translate

Selasa, 27 April 2010

Big Bald Smoker VS the gum

Kemarin, aku pulang pagi dari kampus. Karena pesanan sepeda belum juga datang, terpaksa naik bus. Kebetulan bus sepi penumpang, cuma ada beberapa orang wanita, pria, dan anak dari kampusku. Diantara kami, gak ada yang saling menyapa.
Yah seperti biasanya...
Bus bergerak pelan, melalui jalanan. Angin diluar menandakan musim gugur bakal datang. "Aku butuh jaket tebal" kupikir begitu. Bus berhenti di pemberhentian bus. Ada seorang pria masuk, seorang om-om bule. Mukanya merah, gemuk, dan rambutnya yang botak membuat kepalanya mirip tomat.
Dia duduk satu baris di depanku langsung merogoh sakunya dan menjejalkan sebatang rokok ke mulutnya. Aku ngelirik stiker yang ada di jendela Bus: No Smoking! Dia juga melirik stiker itu, terus mengetuknya seperti meremehkan.
Aku enggak lihat dia menyalakan korek tapi asap kemudian keluar lewat mulutnya. Aku liat kiri kanan, enggak ada orang yang peduli. Toh bus sepi dan semua penumpang menyebar di baris baris kosong bus.
Cih, payah! aku pikir gitu. Asapnya terbawa angin ke tempatku. Aku yang nggak suka perokok berusaha menutup area mulut, hidung dan mata dari asap. Tapi gagal.
Aku liat di kantong celana, kemarin malam, Toni Sung, pacarnya Deborah, tetangga flat, kasih aku permen karet. Mereknya apa ya lupa, pokoknya bungkusnya abu-abu ada hijau sedikit. Aku kunyah permen karet untuk menenangkan diri.
Pria jelek di depanku memasang head set dari Mp3 playernya (ato hapenya) dan berdecak lagu selagi menghembuskan asap rokok.
PAYAH!
Aku kunyah cepet-cepet sampe permen karetku udah kenyal dan (yeek, jijik) lembek. Aku liat kiri kanan, aku bersukur, nggak ada orang yang peduli dengan penderitaanku kena asap. Permen karet dibagi dua, ku taruh satu di dalam Hood nya, kedua aku taruh diatas headsetnya diatas kepalanya.
Waktu selesei memasang permen karet kedua, dia tiba-tiba berdiri, melihat ada pemberhentian bus, dia langsung bergerak ke depan.
Kamu tau perasaanku waktu itu, deg degan campur ketawa ketiwi liatin kepala botaknya kena permen karet yang udah mirip kotoran burung.

Senin, 26 April 2010

Check in sana Check in sini

Rud, teman ku sekelas, teriak keras2 waktu dosen keluar dari ruangan. Dia menjadi "Mayor" di kampus. Aku tanya ke Cynthia, apaan sih Mayor? Mayor adalah pertanda orang yang suka check in di suatu tempat secara terus menerus dalam situs sosial Foursquare.
Ow... lantas?
Geosocial mungkin sesuatu yang baru, tapi peminatnya sangat banyak. Yeah itu mirip twitter, tapi ada fitur "check in" yang sangat unik, kita bisa check in ke suatu tempat, liat siapa yang ada disana, dapat teman baru. Dan berbagi apa aja yang bagus dan bisa dilakukan ditempat itu.
Aku coba daftar ke foursquare. Langsung ketagihan, check in sini, check in sana, ke cafe ini check in, ke kafe itu check in lagi. Tapi sampai saat ini, belum pernah jadi mayor -,-

Wiki wiki

Hari sabtu, libur, masih pagi, udara masih segar, nyalain kompi... Ada email datang, nawarin lagu hawaiian gratis. Gak tau dari sapa. Aku klik aja, mumpung gratisan... Link pergi menuju sebuah halaman yang memakai animasi flash bergambar cewek menari hula-hula. Ada lagu ala hawaiian di backsoundnya.
Sesuai yang dijanjikan, lagu hawaiian gratis. Start winamp dan berusaha mendengarkan lagu. Ada suara seorang pria berbahasa inggris tapi logatnya aneh. Entah dia ngomong apa, aku lihat ukuran filenya sekitar 50 MB. Ternyata file ini file podcast.

Minggu, 25 April 2010

Young Folks


Australia is a great land, that’s what I get when my geographic teacher in High School, Bu Zahra, ask me to point out where are Sydney in the giant white blank map in front of my class. I was confidently, coz, i was born there. I point the south east area in the map.
She didn’t like a correct answer from me.
She yelled “It is not there Vina! You must point at here, exactly!” She move the map pin of Sydney from my point to somewhere more easter about 10 or more centimetres.
She is really hate if her student gave correct answer. All student in my class are quiet. (Actually they are playing with Facebook on their mobile phone and gave any bad mouth about Bu Zahra). I never hate someone. Even my teacher embarassing me. It is true, I never hate, but I keep some flame of revenge on my deep heart.
One week later, we got Geographic test result posted, I am the loser, obvious enough, I am smarter than her. And she didn’t want it. What the heck!
I planned some evilish works, to revenge back! I even create RSVP in facebook to invite my friend joining up. I think, it would be 20 to 40 people who would attending, but it is over 180 people joining this cause: “Operation Revenge to Bu Zahra”.
What is my plan? Simple, a perfect debate. I confidently planning this and learn geography from my cram teacher.
The day is come, my hearts beats faster, can’t wait! But she didn’t come. Today’s plan is fail. I wonder some shitty friend already told her about my plan. When I come to faculty office after school ends, I got news, Bu Zahra has lost her husband after struggling with cancer.
Feel guilty, I went home and delete the RSVP. Posting on my status in FB: “I am sorry and in deep apologize for her. Please forgive me. You are the best teacher!”

A cup of coffee worth for a cup of tea?

Recently I was create a cup of tea, then my roommate ask me to make a cup of coffee for her. I created one for her and placed it to right of my cup of tea. It is two worth for subsitute?
I tried the coffee a slurp, it is sweety one, now looking on my tea. Put a block of sugar on it and slurp it, sweet, but different. I know, coffee offer very biter taste than a tea, and tea offer better aroma thats makes me “fly”.
Now I bring on 2 spoon, on my left it is coffee and in my right its the tea. Try it both almost in same time, wait…. the taste awful (what a stupid of me). Now I had to decide, I prefer coffee for today.
I walk to terrace and gave my roommate a cup of tea. She shout to me “Vina, this is a tea!”
“What’s different?” my answer.
“I want coffee.”
“I drank it”
“What?”
“Today your substitute is tea. Try it out!”
“No I can’t Vina!”
“Why not?”
“Cause this is my substitute day from tea to coffee.”
“Oh well….”
We have two similiar habits, similiar like and dislike, similiar hair color, and same substitute day. Well, her name is Cynthia.