Kemarin, aku pulang pagi dari kampus. Karena pesanan sepeda belum juga datang, terpaksa naik bus. Kebetulan bus sepi penumpang, cuma ada beberapa orang wanita, pria, dan anak dari kampusku. Diantara kami, gak ada yang saling menyapa.
Yah seperti biasanya...
Bus bergerak pelan, melalui jalanan. Angin diluar menandakan musim gugur bakal datang. "Aku butuh jaket tebal" kupikir begitu. Bus berhenti di pemberhentian bus. Ada seorang pria masuk, seorang om-om bule. Mukanya merah, gemuk, dan rambutnya yang botak membuat kepalanya mirip tomat.
Dia duduk satu baris di depanku langsung merogoh sakunya dan menjejalkan sebatang rokok ke mulutnya. Aku ngelirik stiker yang ada di jendela Bus: No Smoking! Dia juga melirik stiker itu, terus mengetuknya seperti meremehkan.
Aku enggak lihat dia menyalakan korek tapi asap kemudian keluar lewat mulutnya. Aku liat kiri kanan, enggak ada orang yang peduli. Toh bus sepi dan semua penumpang menyebar di baris baris kosong bus.
Cih, payah! aku pikir gitu. Asapnya terbawa angin ke tempatku. Aku yang nggak suka perokok berusaha menutup area mulut, hidung dan mata dari asap. Tapi gagal.
Aku liat di kantong celana, kemarin malam, Toni Sung, pacarnya Deborah, tetangga flat, kasih aku permen karet. Mereknya apa ya lupa, pokoknya bungkusnya abu-abu ada hijau sedikit. Aku kunyah permen karet untuk menenangkan diri.
Pria jelek di depanku memasang head set dari Mp3 playernya (ato hapenya) dan berdecak lagu selagi menghembuskan asap rokok.
PAYAH!
Aku kunyah cepet-cepet sampe permen karetku udah kenyal dan (yeek, jijik) lembek. Aku liat kiri kanan, aku bersukur, nggak ada orang yang peduli dengan penderitaanku kena asap. Permen karet dibagi dua, ku taruh satu di dalam Hood nya, kedua aku taruh diatas headsetnya diatas kepalanya.
Waktu selesei memasang permen karet kedua, dia tiba-tiba berdiri, melihat ada pemberhentian bus, dia langsung bergerak ke depan.
Kamu tau perasaanku waktu itu, deg degan campur ketawa ketiwi liatin kepala botaknya kena permen karet yang udah mirip kotoran burung.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar